Viral..! Neng Diyah Ungkap Dugaan Keterlibatan Kader PKB dan Bupati Pamekasan Dalam Kasus Al-Huda

Avatar
Neng Diyah dan hasil screenshot postingan dari nama akun Facebooknya (Mohammad Munir)

PAMEKASAN, MaduraPost – Tak lekang waktu, persoalan demi persoalan selama 3 tahun terakhir ini di Kabupaten Pamekasan bak pertunjukan Senema Laga berseri, dimana dalam setiap epesodenya kian menimbulkan reaksi dan aksi demonstrasi serta perbincangan hangat ditengah-tengah masyarakat setempat.

Diantaranya persoalan kebijakan yang tidak pro rakyat, carutnya politik di Kabupaten Pamekasan maupun isu persoalan terjadinya dugaan tindak pidana yang diduga telah melibatkan Pimpinan Dinas, Bupati Baddrut Tamam dan anggota DPRD Pamekasan.

Kali ini, beberapa elemen masyarakat di Pamekasan kembali dibuat kaget dan tercengang dengan tersebarnya tulisan terbuka dari mantan Kader Partai PKB DPC Pamekasan A’isyatul As’adiyah Shidqie yang diposting lewat akun Facebooknya, pada (13/2) kemaren.

​Dimana dalam tulisan terbukanya itu, Neng Diyah (akrab dikenal) selain memohon dan meminta adanya tindakan tegas dari Bupati Baddrut Tamam dalam kasus Yayasan Ponpes dan Masjid Al-Huda Sumber Nangka, Neng Diyah juga ungkap adanya dugaan kader PKB DPC Pamekasan dan beberapa orang lainnya yang jadi eksekutor dalam kasus tersebut serta pencemar nama baiknya.

BACA JUGA :  Pasien Covid-19 di Sumenep Bertambah, Kali Ini Pegawai BUMD

Kemudian, dalam postingan akun Facebooknya yang viral itu Putri Alm KH. As’ad Syamsul Arifin tersebut juga nampaknya menduga adanya tindakan sengaja atau pembiaran dari Bupati Baddrut Tamam dalam pembantaian Al-Huda yang diduga dilakukan oleh para eksekutor yang pada dasarnya dari internal partai PKB tersebut.

“Kasus Al-Huda itu berawal pasca Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 lalu, Setelah saya menyatakan keluar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), seolah olah kehidupan saya dibuat tidak tenang di Kabupaten ini,” kata Neng Diyah pada sebagian isi tulisan terbukanya.

BACA JUGA :  PP Miftahul Ulum Padukoan Adakan Program Ngaji Online Saat Wabah Covid19 Melanda

Ia juga dalam sebagian isi tulisannya tersebut, mengungkapkan adanya Sekretaris Anak Cabang PKB yang telah mencemarkan nama baiknya dan memprovokasi Rois Syuriah NU Larangan serta mengungkapkan adanya penculikan putrinya yang diduga dilak oleh salah seorang Bacakades 2022 bernama Mulyadi yang sejatinya merupakan Kader PKB sekaligus Aspri Lora Kholil Subki.

Neng Diyah juga menuliskan di sebagian tulisannya itu kalau salah seorang Kadis PUPR terindikasi terlibat dalam kasus yang mencatut nama Yayasan Al-Huda dalam pencarian dana gedung lembaga yang legalitasnya tidak jelas dan ia juga menuliskan kalau salah seorang Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua Ansor Pamekasan dari lingkaran PKB diduga telah jadi Eksekutor dalam memblacklist seluruh bantuan dari pusat atau dari Partai lain untuk Pesantren Al-Huda.

BACA JUGA :  Proyek Jalan Abal – Abal di Desa Bujur Tengah Pamekasan

“Entah ada apa dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB DPC Pamekasan, red) ini, 20 tahun mengobok keluarga besar saya di Situbondo, lalu sampai hari ini masih usai dengan Sumber Nangka (Al-Huda), mohon Bapak Bupati (Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, red) segera mensterilkan pola politik tidak elok ini,” kata Neng Diyah dalam sebagian tulisannya yang diposting dalam akun Facebooknya tersebut.

Diinformasikan, bahwa isi pemberitaan yang tulis dan di tayangan oleh Media ini adalah sebagian dari isi tulisan terbuka untuk Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang diposting lewat akun facebookhya Aisyatul El-As’adiyah Shidqie.