Cerita Fauzi Muda Hingga Menjadi Bupati, Kepsek SMPN 2 Sumenep : Luar Biasa

  • Bagikan
KUNJUNGAN : Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, saat kunjungi guru favoritnya yang saat ini menjabat sebagai Kepsek SMPN 2 Sumenep. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Bertepatan dengan Hari Guru se Dunia yang jatuh pada tanggal 5 Oktober 2021, Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, kunjungi guru favoritnya yang dulu sempat mendidiknya saat masih mengenyam pendidikan di SMPN 4 Sumenep.

Saat ini SMPN 4 terletak di Kecamatan Bantuan. Dulu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi di didik oleh seorang guru perempuan bernama Nanik Mujiati (65). Saat ini, Nanik telah menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) di SMPN 2 Sumenep.

Mengajar seroang Fauzi muda di jurusan Bidang Studi Elektro dulu, banyak torehan cerita saat dia bertemu hari ini. Nanik sendiri telah menjadi seorang guru sejak tahun 1993 hingga tahun 2012. Hingga akhirnya dia diangkat menjadi Kepsek SMPN 2 Sumenep.

Pada pewarta, Bupati Fauzi mengucapkan banyak apresiasi kepada guru favoritnya itu. Sebab, sejak dulu hingga kini dia terdidik dari seorang guru yang terus memberikannya banyak ilmu.

“Ini kemarin berawal dari komunikasi dengan teman-teman media, apakah ada keinginan untuk mengunjungi guru sewaktu saya masih belajar di bangku SMP. Saya sampaikan boleh, nanti saya akan cari guru saya,” kata Bupati Fauzi, saat diwawancara awak medi, Selasa (5/10).

BACA JUGA :  Akibat Banyak Wartawan Pamekasan ke Malang, Tabrakan Mobil Telur Kurang Terekspos

“Pada dasarnya saya ingin memberikan sesuatu yang berbeda, bahwa kita menjadi sesuatu apapun profesi ini atas tanda jasa guru. Tanpa seorang guru pastinya kita tidak akan menjadi apa-apa,” ucap Bupati.

Menurutnya, seorang guru dengan laten dan sabar mendidik pada waktu ia masih bersekolah telah mengajarkannya arti kepemimpinan. Tak malu, Bupati Fauzi juga mengaku sempat mendapat cubitan manja saat ia masih menjadi murid Ibu Nanik, sapaan karib Nanik Mujiati.

“Di masa kecil, kita pasti pernah nakal. Nah, seorang guru disitu masih sabar mendidik kita siswanya. Saat saya duduk bersama tadi dengan Ibu Nanik banyak yang dibicarakan. Mulai dari laris saya hingga menjadi seorang Bupati, padahal dulu saya muridnya,” celoteh Bupati Fauzi dengan wajah sumringah.

BACA JUGA :  Bupati Pamekasan Akan Jadi Peragawan Batik, Masyarakat: Gak Sekalian Aja Jadi Cheerleaders

Menurutnya dia, guru ini adalah profesi yang berbahagia, sebab telah mengantarkan anak-anaknya menjadi apa saja. Mulai menjadi guru, Bupati, dan profesi lainnya.

“Bisa juga jadi wartawan, bisa saja kan. Artinya, guru ini tetap terus dihargai, karena pahlawan tanpa jasa. Sesungguhnya akan mengingatkan apapun dari jasa-jasanya itu, dimana mereka berjuang di dunia pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Nanik, merasa kaget bukan kepalang. Pasalnya, dia tidak menyangka akan didatangi oleh orang nomor satu di Kabupaten Sumenep itu. Dia pun juga mendapatkan hadiah berupa laptop dari Bupati Sumenep. Lalu satu buah sepatu yang siap dipakainya saat beraktifitas.

“Rasanya saya mau pingsan, luar biasa sekali. Kejutan yang seumur hidup saya, inilah kejutan. Akhirnya terkejut saya, bayangkan orang nomor satu di Sumenep ternyata masih ingat kepada saya, padahal saya bukan apa-apa,” kata Nanik pada sejumlah media.

BACA JUGA :  Warga Indonesia "Haram" Masuk Malaysia Mulai 7 September 2020

Dia mengungkapkan, saat masih mengajar Fauzi muda terus memberikan semangat tinggi dan motivasi, agar kelak bisa menjadi orang yang bisa membanggakan Negara dan mengangkat derajat orang tua.

“Saya selalu memberikan semangat kepada murid-murid saya utamanya Fauzi muda, bahwa yang namanya pinter dan semangat itu harus dijadikan tombak. Pada intinya semangat itu adalah segalanya,” katanya.

“Terimakasih bapak Bupati, beliau adalah satu-satunya siswa saya yang is the best. Ini membuktikan bahwa guru bisa mengantarkan siswanya menjadi orang yang sangat berguna untuk nusa dan bangsa, termasuk agama,” sambungnya.

Pihaknya berharap, agar Bupati Fauzi dapat memimpin Sumenep ke depan lebih baik, maju, sejahtera. Capaian itu, menurutnya, tak lepas dari peran guru sebagai pendukung.

“Saya kira kalau kesejahteraan guru, kita bukan kaleng-kaleng lagi karena ada sertifikasi. Kalau dulu kan Umar Bakri, tapi sekarang Abu Rizal Bakri,” tandasnya.

  • Bagikan