PAMEKASAN, MaduraPost – Aksi Demo LSM Front Aksi Massa (Famas) bersama Mahardika ke Kanwil Bea Cukai Jawa Timur yang dilakukan pada Rabu (29/04) Kemaren menuai reaksi keras dari Masyarakat Kabupaten Pamekasan.
Publik menilai bahwa aksi yang dipimpin Abdussalam dan Iwan tersebut merupakan upaya provokasi dan menyebar fitnah terhdap PR Sibur Jaya yang dianggap melakukan produksi Rokok Ilegal.
Meski demikin, upaya Provokasi yang dilakukan oleh dua orang yang mengklaim dirinya merupakan representasi suara masyarakat tidak mendapat tanggapan dari Kanwil Bea Cukai Jawa Timur.
“Apa yang dilakukan kanwil Bea Cukai Jawa Timur dengan mengabaikan teriakan mereka adalah langkah yang tepat, Karena mereka tidak mewakili siapapun kecuali untuk mereka sendiri,” Kata Saningwar. Jum’at (30/04/26).
Bukti bahwa aksi demo yang dilakukan oleh dua orang tersebut merupkan upaya provokasi terlihat dari komentar masyarakat di media sosial yang justru menghujat tindakan mereka.
Hal itu bisa dilihat di komentar masuyarakat di akun Tiktok Madurasatu yang memposting aksi mereka di Kanwil Bea Cukai Jawa Timur. Dalam video yang berdurasi 1.09 detik tersebut justru menghujat aksi demo Famas Mahardika.
Berikut beragam komentar masyarakat “Lapar ye cong nyareh ngakan” (Lapar ya cari makan),” kata akun Tiktok Rezky Ramadhan.
“Biasanya yang ikut demo spt ini rata rata pengangguran, sekalian tanya tuh ketua ormasnya, apakah anda lebih banyak manfaatnya daripada juragan rokok ke masyarakat madura khususnya daerah Pamekasan,” Kata akun Tiktok Shutup.
“hmmm Demo pakai sandal jepit. serjana gagal tak berkualitas,” kata akun Tiktok Pejuang.
Tidak hanya itu, Dari 162 komentar dalam video tersebut, semua menghujat aksi Famas Mahardika bahkan menyebut mereka sebagai Sindikat pengemis berkedok aksi massa.






