SUMENEP, MaduraPost – Pengakuan Kepala Desa Jaddung, Kusnadi, menjadi titik krusial dalam kisah memilukan yang dialami Ibu Suray, lansia di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Di tengah proses pembangunan rumah hasil donasi publik, Kusnadi menyebut program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebenarnya sudah diajukan, namun tak pernah terealisasi.
“Alhamdulillah cukup membantu sekali ke masyarakat yg mendapatkan hasil perjuangan Dullo. RTLH sdh d ajukan tdk pernah dpt,” ujar Kusnadi, Senin (4/5) siang.
Pernyataan itu menjadi penegas bahwa persoalan bukan pada ketiadaan usulan, melainkan pada realisasi. Fakta tersebut memunculkan pertanyaan serius tentang distribusi bantuan RTLH di Kabupaten Sumenep.
Sebelumnya, Ibu Suray diketahui tinggal seorang diri di bangunan rapuh menyerupai kandang. Kondisinya terungkap setelah video yang merekam kesehariannya beredar di media sosial.
Bantuan justru datang dari kreator konten sosial Dullo Sampang yang menggalang donasi melalui siaran langsung TikTok.
Dalam waktu singkat, dukungan mengalir dari warganet. Dana terkumpul dan pembangunan rumah pun dimulai. Pondasi telah dikerjakan, dan proses pembangunan terus berjalan dengan pengawalan relawan serta partisipasi warga setempat.
Kasus ini menjadi gambaran kontras antara gerak cepat solidaritas publik dan lambannya realisasi bantuan pemerintah daerah. Ketika pengajuan RTLH disebut telah dilakukan namun tak kunjung membuahkan hasil, seorang lansia harus bertahan hidup di bangunan yang nyaris roboh.
Kini, rumah layak huni untuk Ibu Suray mulai berdiri. Namun pengakuan Kepala Desa Jaddung menjadi catatan penting yang tak bisa diabaikan dalam evaluasi kebijakan bantuan sosial di Kabupaten Sumenep.***






