Scroll untuk baca artikel
Daerah

Galian C Pragaan Dekat Permukiman, Warga Sentol Laok Hidup dalam Bayang-Bayang Longsor

×

Galian C Pragaan Dekat Permukiman, Warga Sentol Laok Hidup dalam Bayang-Bayang Longsor

Sebarkan artikel ini
KOLASE. Aktivitas galian C di Dusun Tenggina, Desa Sentol Laok, yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga. (M.Hendra.E/MaduraPost)
KOLASE. Aktivitas galian C di Dusun Tenggina, Desa Sentol Laok, yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Aktivitas tambang galian C di Dusun Tenggina, Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali memicu penolakan warga.

Pengambilan material tanah yang disebut sudah berlangsung sejak 2018 itu tak menunjukkan tanda berhenti. Bahkan, belakangan ini pengerukan dilakukan menggunakan alat berat jenis excavator.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Area tambang disebut berada sangat dekat dengan kawasan hunian. Beberapa rumah warga hanya terpaut sekitar 20–25 meter dari tepi galian.

Situasi tersebut membuat masyarakat setempat diliputi kecemasan, terlebih ketika hujan turun atau saat alat berat beroperasi.

“Sudah beberapa kali kami memohon agar penggalian dihentikan, termasuk kepada kepala desa. Tapi sampai sekarang tetap berjalan. Sekarang malah sudah pakai excavator,” ungkap seorang warga kepada media ini yang meminta namanya dirahasiakan, Senin (4/5).

Keluhan warga bukan semata soal debu, kebisingan, dan aktivitas kendaraan pengangkut material. Mereka mulai merasakan dampak yang lebih serius, yakni kekhawatiran akan pergeseran tanah di sekitar tempat tinggal.

“Setiap hari kami dihantui rasa takut. Jarak rumah dengan galian sangat dekat. Kalau tanahnya terus dikeruk, bukan tidak mungkin pondasi rumah retak atau ambles. Kalau sampai longsor, kami yang pertama kena,” tutur warga lainnya.

Keresahan itu makin beralasan setelah jalan raya di desa tersebut sempat ambles dan belum diperbaiki hingga kini. Warga menduga kerusakan itu berkaitan dengan aktivitas pengerukan tanah di sekitar lokasi tambang.

Ingatan warga juga masih segar pada insiden tambang yang terjadi di wilayah Kecamatan Pragaan. Pada Jumat, 13 Februari 2026, sebuah mobil pikap dilaporkan terperosok ke jurang bekas galian di Dusun Kembang, Desa Rombasan.

Peristiwa itu menyedot perhatian publik dan menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan galian C di Desa Sentol Laok diduga belum mengantongi izin resmi. Meski demikian, aktivitas pengerukan terus berlangsung tanpa hambatan berarti.

“Mungkin karena kami orang kecil, tidak punya kuasa dan pengaruh, jadi permohonan kami seperti tidak pernah dianggap,” ujar warga tersebut.

Warga berharap pemerintah desa, pemerintah kabupaten, serta instansi berwenang segera turun tangan sebelum muncul korban jiwa atau kerusakan yang lebih luas.

Sementara itu, Kepala Desa Sentol Laok, Abriyono, belum memberikan keterangan. Dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp pada Senin (4/5/2026), yang bersangkutan belum memberikan respons.***