Satu hal yang tidak boleh dilupakan, kematian seorang pasien bukan sekadar persoalan citra. Ada keluarga yang kehilangan dan membutuhkan jawaban.
Karena itu, penyelesaian persoalan harus mengutamakan fakta, penghormatan terhadap keluarga, dan evaluasi pelayanan, bukan sekadar upaya meredam pemberitaan.
Pada akhirnya, nama besar Said Abdullah akan dinilai masyarakat melalui banyak hal, termasuk bagaimana persoalan yang dikaitkan dengannya ditangani. Ia tidak semestinya langsung dianggap bersalah atas sesuatu yang belum terbukti.
Namun, orang-orang yang berada di sekitarnya juga tidak boleh menganggap bahwa reputasinya akan selalu terlindungi hanya karena ia memiliki rekam jejak dan pengaruh yang besar.
Boleh jadi, seorang tokoh tidak sedang dirugikan oleh lawan politiknya. Ia justru menghadapi risiko reputasi dari orang-orang yang mengaku setia, tetapi tidak cukup bijaksana dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Sebab, membela seorang tokoh bukan berarti membuatnya terbebas dari kritik. Membela berarti memastikan ia tidak dirugikan oleh kesalahan yang sebenarnya dapat dicegah, persoalan yang seharusnya segera diselesaikan, atau sikap yang justru memperbesar ketidakpercayaan.
Jika Said Abdullah memang ingin menjaga nama baiknya, orang-orang di sekitarnya harus berhenti sekadar membela namanya dan mulai memastikan bahwa setiap persoalan diselesaikan dengan benar.
Sebab, reputasi yang dibangun selama puluhan tahun bisa tergerus bukan hanya oleh kesalahan seseorang, melainkan juga oleh kegagalan orang-orang di sekitarnya dalam menghadapi kenyataan.***
PENULIS: Andi Kurniawan