Ia pernah mengalami kejadian yang menguji ketelitian sekaligus kejujuran dalam bertransaksi. Saat itu, Fauzi tidak sengaja menyerahkan uang lebih sebesar Rp10 juta kepada seorang nasabah.
Di tengah potensi kerugian yang besar, nasabah tersebut justru kembali untuk mengembalikan uang yang diterimanya secara berlebih. Fauzi mengaku bersyukur karena uang tersebut kembali tanpa harus melalui proses penelusuran yang panjang.
"Alhamdulillah nasabahnya jujur mau mengembalikan langsung ke saya, padahal saya tidak tahu uang saya terbayar lebih," kenangnya.
Pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa hubungan baik dengan pelanggan merupakan modal penting untuk mempertahankan usaha di tengah masyarakat.
Dari usaha yang dirintis di kampung halaman, Fauzi kini merasakan perubahan dalam kehidupan keluarganya. Penghasilan dari layanan transaksi keuangan dinilai telah mencukupi kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan harapan bagi masa depan keluarga.
Dengan demikian, ia tidak lagi harus menggantungkan harapan pada pekerjaan di luar negeri. Peluang ekonomi yang sebelumnya ia cari melalui perantauan justru berhasil dibangun dari lingkungan tempat ia dibesarkan.
Perjalanan usaha Fauzi juga mendapat dukungan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), mulai dari program branding tempat usaha hingga pendampingan bagi agen.
Ia turut merasakan kemudahan ketika harus melakukan transaksi langsung di kantor cabang, termasuk pelayanan teller yang memprioritaskan agen.
Ke depan, Fauzi berharap cakupan layanan BRILink semakin berkembang. Ia ingin masyarakat di pulau tersebut dapat membayar berbagai kewajiban, termasuk pajak kendaraan bermotor dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) wilayah Jawa Timur, tanpa perlu menghadapi kendala jarak.