Ia merasakan kunjungan tersebut sebagai bentuk dukungan dalam menjalankan bisnis. Komunikasi yang terbuka juga memudahkannya berkonsultasi ketika menghadapi kebutuhan usaha, termasuk mengenai tambahan modal untuk menjaga kegiatan produksi tetap lancar.

Sementara itu, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi bagian dari upaya BRI mendorong produktivitas serta memperluas kesempatan kerja.

Dukungan tersebut, menurut dia, juga diarahkan untuk memperkuat sektor riil yang menopang perekonomian nasional.

Hingga Juni 2026, realisasi penyaluran KUR BRI tercatat mencapai Rp103,81 triliun atau 54,63 persen dari kuota tahun ini sebesar Rp190 triliun. Sebanyak 75,02 persen dari total penyaluran tersebut diarahkan ke sektor produktif.

“Kisah Rosidah membesarkan usaha Gula Merah di Sumenep jadi kisah inspiratif dari pelaku UMKM yang memanfaatkan KUR sebagai akses permodalan usaha dan terus berkembang melalui pemberdayaan BRI. Semoga kisah ini menjadi kisah inspiratif yang dapat direplikasi oleh pelaku UMKM lainnya di berbagai wilayah di Indonesia,” tegas Akhmad.

Perjalanan Rosidah menunjukkan bagaimana usaha berbasis potensi lokal dapat berkembang ketika ketekunan pelaku usaha bertemu dengan akses permodalan.

Dari dapur produksi sederhana di Pragaan Laok, gula merah buatannya kini menjangkau pasar lintas kabupaten sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.***