"Di sini Pak, mobil ada 3, satunya itu ke Batuputih, besar-besar yang dimuat, ada bonsai dan semacamnya. Kalau mobil satunya ke Prancak. Banyak-banyak itu sekarang event," ujar kurir dalam voice note tersebut.

Kurir juga menyebut barang Madani berupa kulkas, sedangkan kendaraan yang tersedia adalah Toyota Innova. Menurutnya, barang tersebut dikhawatirkan rusak apabila harus dimiringkan.

"Barang sampeyan kan kulkas, sementara mobil saya itu Innova, kalau dimiringkan takut rusak. Ya nggak apa-apa kalau sampeyan tetap maunya dikirim, saya kirim, tapi kalau rusak saya tidak tanggung jawab," katanya.

Kurir kemudian menyampaikan bahwa tambahan ongkos diperlukan apabila harus mencarikan kendaraan lain untuk mengantar barang.

"Tambahan ongkos itu Pak untuk saya cari mobil. Kalau misal nggak ada mobil, paketnya sampeyan ada di sini," ujarnya.

Namun, dalam komunikasi dengan pihak J&T Cargo Sukolilo, Madani justru mendapatkan penegasan bahwa pengiriman akan dilakukan sampai alamat dan tidak ada biaya tambahan.

Di sisi lain, persoalan pengiriman barang berukuran besar memang memiliki sejumlah aspek yang berbeda dibandingkan paket berukuran kecil.

PR Media Relations J&T Cargo Indonesia, Natalia Pangaribuan menjelaskan, bahwa pengiriman furniture, perlengkapan rumah tangga hingga kebutuhan usaha memiliki tantangan tersendiri, mulai dari ukuran dan berat barang, karakteristik barang, tujuan pengiriman hingga kebutuhan setelah barang tiba.

"Ketika mengirim barang berukuran besar, pelanggan biasanya memiliki pertanyaan yang cukup beragam, mulai dari bagaimana menghitung ongkir hingga bagaimana memastikan barang siap dikirim,” ujar Natalia dalam siaran persnya, sebagaimana dikutip MaduraPost dari JPNNdotcom, Kamis (8/10) pagi.