Selain kemampuan dan penampilan, aspek garis keturunan juga disebut menjadi salah satu pertimbangan yang idealnya diperhatikan.

“Dari garis keturunan memang seharusnya kalau bisa memang harus,” ujarnya.

Secara keseluruhan, terdapat enam kandidat yang masuk dalam proses penjaringan. Mereka terdiri dari tiga perempuan dan tiga laki-laki. Setelah melalui penilaian, satu kandidat laki-laki akhirnya dipilih untuk memerankan Arya Wiraraja.

Persiapan kemudian berlanjut ke tahap latihan. Ramli bersama tim rutin menggelar rapat sekaligus latihan setiap malam di sekitar Kantor Disbudporapar Sumenep.

“Kita setiap malam latihan. Tiap malam kita rapat dan latihan,” katanya.

Terpisah, Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, tidak memberikan penjelasan panjang ketika dikonfirmasi mengenai proses pemilihan tersebut. Ia mengarahkan pertanyaan kepada Kabid Pemasaran Pariwisata Disbudporapar Sumenep, Hendarti Anta Dewi yang disebut menangani persoalan itu.

“Langsung ke Bu Dewi,” kata Faruk, dikonfirmasi lewat saluran WhatsAppnya, Kamis (1/10).

Faruk mengatakan, dirinya khawatir memberikan informasi yang tidak tepat karena tidak mengetahui secara detail persoalan tersebut.

“Saya kalau ngomong takut salah, tidak tahu anunya, nggak ada regulasi kalau masalah itu. Ini Bu Dewi yang menangani, takut ada yang keliru,” imbuhnya.