Menurutnya, kandidat tidak hanya dinilai berdasarkan penampilan fisik. Tim juga melihat figur, kecakapan, pembawaan, hingga kemampuan kandidat dalam menampilkan karakter Arya Wiraraja.

Dari proses tersebut, dua kandidat disebut sempat masuk dalam pertimbangan akhir. Keduanya berasal dari UNIJA dan UNIRA. Namun, keputusan akhirnya mengerucut pada satu orang dari UNIRA.

“Yang terpilih itu memang dua, tapi akhirnya yang terpilih dia satu orang saja, yang dari UNIRA,” katanya.

Pemeran yang kemudian ditetapkan inisial I. Ia diketahui berdomisili di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Pamekasan. Ramli menyebut, I masih memiliki garis keturunan Sumenep.

Dalam proses konfirmasi berikutnya, Ramli juga mengetahui bahwa I merupakan putra Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi.

“Setelah saya konfirmasi, kebetulan dia adalah putra Pak Kadis,” ujar Ramli.

Ramli menegaskan, ada sejumlah kandidat lain yang ikut dalam penjaringan. Bahkan, menurut dia, terdapat kandidat yang diajukan dari lingkungan bangsawan Keraton Sumenep dan Singosari.

Ia mengatakan, penilaian terhadap calon pemeran tidak berhenti pada persoalan postur tubuh. Cara berjalan, pembawaan, kecakapan, serta kemampuan menghadirkan karakter Arya Wiraraja turut menjadi pertimbangan.

“Misalnya ada yang bagus, tapi jalannya kurang anggun. Jadi tidak bisa,” katanya.