Bagi masyarakat Pagerungan Besar, keterampilan semacam itu dinilai memiliki nilai penting. Letak geografis kepulauan dan jarak menuju pusat pelayanan membuat penanganan awal tidak selalu bisa mengandalkan kedatangan bantuan dari luar pulau dalam waktu singkat.
Karena itu, gugus yang telah dibentuk di tingkat desa diharapkan dapat menjadi lapisan pertama dalam merespons berbagai kejadian sebelum penanganan lebih lanjut dilakukan.
“Kami bersama pengurus sangat optimis untuk siaga di Pulau Pagerungan Besar untuk melakukan pencegahan kebakaran ataupun bencana ringan lainnya,” tuturnya.
Camat Sapeken, Hamka, melihat pembentukan gugus kebencanaan di desa sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan masyarakat menghadapi risiko bencana. Ia juga mengapresiasi dukungan SKK Migas–KEI terhadap pengembangan kapasitas warga di wilayah kepulauan.
“Keberadaan Gugus Tanggap Bencana di tingkat desa ini merupakan terobosan yang sangat bermanfaat. Kami berterima kasih kepada SKK Migas–KEI dan relawan yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Hamka.
Menurut Hamka, model penguatan masyarakat seperti ini berpeluang diterapkan lebih luas. Ia berencana mendorong kegiatan serupa di tingkat Kecamatan Sapeken, sekaligus mengajak pemerintah desa membentuk kelompok tanggap bencana yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan wilayah masing-masing.
“Karena gugus antisipasi kebencanaan seperti ini harus selalu siaga. Untuk itu saya berharap kepada pemerintah desa untuk ikut berpartisipasi mendukung keberlangsungan gugus ini. Adapun kekurangan sarana prasarana semoga segera mendapat perhatian agar lebih maksimal,” ungkapnya.
Dukungan terhadap kesiapsiagaan masyarakat juga datang dari Kangean Energy Indonesia. Manager PGA Kangean Energy Indonesia, Kampoi Naibaho mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari hubungan yang telah terjalin cukup lama.
Pembentukan kepengurusan gugus pada 2025 menjadi wadah untuk mengonsolidasikan peran masyarakat dan berbagai pihak agar manfaat kegiatan tidak berhenti pada seremoni.