Foto Benar, Konteks Jangan Keliru

Yazid menilai foto tersebut memang bagian dari perjalanan hidupnya. Ia tidak menampik keberadaan foto maupun sosok perempuan yang ada di dalamnya.

Yang ia persoalkan adalah ketika masa lalu seolah-olah dipindahkan menjadi peristiwa masa kini.

Menurutnya, sebuah foto tidak berdiri sendirian. Tahun, tempat, orang yang ada di dalamnya, serta peristiwa yang melatarbelakangi foto menjadi bagian penting agar publik tidak salah menangkap informasi.

“Kalau foto itu tahun 2014, ya harus disebut tahun 2014. Kalau hubungan itu sudah berakhir, ya harus dijelaskan sudah berakhir. Jangan foto lama dibawa ke masa sekarang kemudian pembaca diarahkan untuk menyimpulkan bahwa itu kejadian baru,” ujarnya.

Yazid juga menyoroti sumber awal foto tersebut yang disebut berasal dari akun anonim di TikTok.

Menurut dia, informasi yang datang dari sumber anonim justru membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam sebelum dikembangkan menjadi pemberitaan.

“Kalau sumber awalnya akun anonim, justru verifikasi harus lebih kuat. Jangan berhenti pada apa yang ditulis atau diunggah akun tersebut. Media punya kewajiban untuk mencari fakta sebenarnya,” katanya.

Tak Persoalkan Pers, Minta Konteks Diperiksa