“Media adalah mitra pembangunan. Aspirasi yang disampaikan rekan-rekan wartawan akan kami dorong melalui mekanisme yang berlaku agar dapat diteruskan kepada pihak terkait,” kata Rudi.

Sementara itu di tempat yang sama Alan Kaisan yang mrupakan anggota DPRD Sampang dari Fraksi Gerindra juga memberikan pandangannya terkait pernyataan Presiden Prabowo yang disampaikan dalam peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Saya hadir saat itu. Kami sepakat bahwa wartawan bukanlah ‘Londo Ireng’. Menurut pemahaman saya, yang dimaksud Presiden adalah oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan, tetapi justru merusak tatanan demokrasi di Indonesia,” ujarnya.

Bagi para jurnalis yang hadir, aksi tersebut bukan semata-mata mengenai satu kalimat yang dianggap kontroversial. Lebih dari itu, aksi menjadi pengingat bahwa kemerdekaan pers merupakan fondasi demokrasi yang harus dijaga bersama. Kritik, pengawasan, dan kebebasan menyampaikan informasi merupakan hak yang dijamin undang-undang sekaligus menjadi bagian penting dalam kehidupan negara demokrasi.

Saat langkah para jurnalis kembali menghadap ke depan meninggalkan halaman DPRD, pesan yang mereka bawa tetap sama: demokrasi seharusnya terus melangkah maju, bukan justru dipaksa berjalan mundur.