JATIM, MaduraPost - Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, Nur Faizin, angkat bicara terkait keluhan masyarakat atas panjangnya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Pulau Madura.

Antrean tersebut didominasi kendaraan yang hendak membeli BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan Bio Solar. Fenomena serupa juga dirasakan warga. Hadi, masyarakat asal Bangkalan, mengaku antrean di SPBU sudah terjadi selama beberapa hari terakhir. Bahkan, kondisi itu turut merembet ke Pertashop.

"Saya lihat beberapa hari ini di SPBU antre. Bahkan di Pertashop juga antre, sementara di tingkat pengecer banyak yang kosong. Saya akhirnya mengisi BBM di Pertashop karena antreannya tidak terlalu lama," ujarnya kepada media, Minggu (28/6).

Merespons situasi tersebut, Nur Faizin meminta pemerintah bersama pihak terkait segera mengambil tindakan agar distribusi dan pasokan BBM di seluruh SPBU di Madura kembali berjalan normal.

Menurutnya, persoalan ini harus segera ditangani karena berpotensi menghambat mobilitas masyarakat hingga mengganggu aktivitas ekonomi di daerah.

"Pemerintah harus segera memastikan distribusi dan pasokan BBM ke seluruh SPBU di Pulau Madura berjalan lancar. Jangan sampai masyarakat terus dibebani antrean panjang hanya untuk mendapatkan Pertalite maupun Bio Solar," kata Faizin.

Sekretaris Fraksi PKB DPRD Jawa Timur itu juga meminta instansi terkait, termasuk Pertamina, memberikan penjelasan secara transparan mengenai penyebab antrean yang terjadi.

Menurutnya, keterbukaan informasi penting untuk mencegah munculnya kepanikan masyarakat yang dapat memicu aksi panic buying.

"Kebutuhan BBM masyarakat harus menjadi prioritas. Jika memang ada kendala distribusi, harus segera diatasi dengan langkah konkret sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian di Madura tidak terganggu," tegasnya.