SUMENEP, MaduraPost - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengaku belum memiliki data pasti mengenai realisasi penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3) sepanjang 2026.
Hingga kini, instansi tersebut belum pernah menerima laporan tertulis dari dapur penyelenggara maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait jumlah sasaran yang sudah maupun yang belum memperoleh manfaat program tersebut.
"Kalau proses penerimaannya, kan kami hanya proses terkait data ya. Kalau untuk menerimanya kan dari sana (SPPG). Dari MBG sendiri, dari dapur," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, Desy Febryana, Kamis (18/6/2026).
Desy menjelaskan, peran Dinkes P2KB sebatas menyiapkan data calon penerima manfaat. Sementara pelaksanaan distribusi makanan bergizi sepenuhnya menjadi tanggung jawab dapur penyelenggara.
"Proses pendistribusiannya, dari dapur," ujarnya.
Karena tidak pernah menerima laporan resmi terkait penyaluran program, Dinkes P2KB juga tidak mengetahui berapa jumlah penerima yang telah memperoleh MBG.
"Kalau misalnya data (yang telah menerima), ngak ada Mas. Tapi memang kami dapat informasi, masih beberapa desa," jelasnya.
Menurut Desy, implementasi MBG bagi kelompok B3 masih dilakukan secara bertahap sehingga cakupannya belum merata di seluruh desa pada setiap kecamatan.
"Di satu kecamatan belum semua desa. Masih berproses Mas. Misalnya satu kecamatan, baru dua desa dulu gitu," ungkapnya.