SUMENEP, MaduraPost - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa sebagian besar lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah tersebut tidak membutuhkan waktu lama untuk memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnaker Sumenep, Eko Kurnia Mediantoro, menyebut hasil koordinasi dengan sejumlah SMK menunjukkan tingkat penyerapan lulusan ke pasar kerja cukup tinggi.

Dari data yang dihimpun, sekitar 55 hingga 65 persen alumni telah bekerja usai menamatkan sekolah.

“Kalau melihat data dari beberapa SMK, rata-rata lebih dari 50 persen lulusannya langsung bekerja,” katanya, Senin (25/5).

Menurut Eko, tingginya angka serapan tenaga kerja tersebut dipengaruhi oleh sistem pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada penguasaan keterampilan sesuai kebutuhan industri.

Selain mendapatkan materi pembelajaran di kelas, para siswa juga menjalani praktik kerja lapangan dan program magang di berbagai perusahaan. Pengalaman tersebut membuat mereka lebih siap bersaing ketika memasuki dunia kerja.

“Ketika magang, banyak siswa yang bahkan sudah dikontrak perusahaan sebelum lulus,” ujarnya.

Tak seluruh lulusan memilih langsung bekerja. Eko menjelaskan, sekitar 25 hingga 30 persen alumni SMK melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi akademik mereka.

Sementara itu, jumlah lulusan yang belum memperoleh pekerjaan dinilai relatif kecil jika dibandingkan dengan total lulusan setiap tahunnya.