Royhan Sabilillah menambahkan bahwa era digital membuka banyak peluang baru yang harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha desa.
“Dengan desain logo yang kuat, pemanfaatan media sosial, dan video promosi yang sederhana namun efektif, UMKM lokal bisa bersaing bahkan di pasar luar daerah,” jelasnya.
Selain berdiskusi, peserta forum juga menyampaikan keluhan mengenai kurangnya tenaga kerja dan alat produksi yang menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha.
Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan sesi praktik langsung pembuatan dan pengemasan kripik tette bersama Ibu Rusmiyati.