Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Anak-anak Thangaponnu, yang selama ini mengabaikannya, malah berebut harta terakhir sang ibu — thandatti. Ketika benda itu hilang secara misterius, pertengkaran meledak. Tuduh-menuduh, teriakan, dan kekacauan terjadi.
Tiba-tiba, seorang petugas asuransi datang membawa kabar mengejutkan: Thangaponnu memiliki polis asuransi jiwa yang nilainya sangat besar. Semua berebut hak atas uang itu, dan seketika melupakan thandatti yang sebelumnya mereka anggap penting.
Namun kisah belum selesai. Seorang pria dari desa tetangga datang mengancam prosesi pemakaman karena Thangaponnu dulu membantu anaknya kawin lari lintas kasta. Di hadapan seluruh desa, Subramani menghadapi pria itu dan memukulinya habis-habisan. Sikapnya yang tegas dan berani, membuat seluruh desa menaruh hormat padanya.
Prosesi pun berjalan damai. Tapi setelah semuanya selesai, rahasia besar akhirnya terungkap.