Saningwar juga mengatakan bahwa tidak mungkin Perusahaan Rokok yang resmi melakukan produksi rokok ilegal, apalagi mencantumkan nama perusahaan.
"Coba dilihat, apakah di Rokok SS itu ada nama PR. Paku Alam, kalau ada, berarti itu dibuat seseorang untuk menghancurkan PR. Paku Alam, tapi kalau tidak ada nama PR. Paku alam, saya harap berhenti menebar fitnah terhadap PR. Paku Alam," Tegas Saningwar.