Kiai Kholil mengungkapkan, sejak lama dirinya memiliki gagasan agar wilayah Pantura, khususnya Kecamatan Waru, dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru atau “kota kedua” di Kabupaten Pamekasan.
“Wilayah utara ini punya potensi besar. Sudah lama saya mengimpikan agar Pantura bisa berkembang dan menjadi pusat pelayanan alternatif bagi masyarakat,” katanya.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal program tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, membuka ruang bagi warga untuk memberikan masukan, termasuk terkait penentuan lahan pembangunan gedung.
“Kami butuh peran aktif masyarakat. Jika ada pandangan atau saran, terutama soal lahan, silakan disampaikan,” tegasnya.