"Tempatnya harus memenuhi standar lingkungan yang ketat. Di Mojokerto, fasilitas tersebut tersedia," jelas Alim.
Langkah Bea Cukai Madura menggandeng wartawan dinilai sebagai upaya membangun kepercayaan publik melalui transparansi dalam setiap proses penindakan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap praktik PR ilegal serta memastikan bahwa proses hukum berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Masyarakat dan pengamat hukum berharap kerja sama ini tidak sekadar menjadi formalitas, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata yang berkelanjutan.
Bea Cukai Madura pun didorong untuk membangun fasilitas pemusnahan di wilayah Madura agar proses hukum lebih efisien dan transparan di masa mendatang.***