"Tauhid secara harfiah berarti menyatukan. Semangat kami adalah menyatukan seluruh elemen masyarakat Pamekasan—dari selatan ke utara, barat ke timur, kota ke desa, akademisi ke santri, semuanya," tambah Bahrullah.
Mengakhiri sambutannya, Bahrullah menegaskan bahwa ia tidak ingin Pamekasan terpecah-belah hanya karena perbedaan pilihan pemimpin.
Baca Juga:Eksekusi Tersangka Dugaan Penyerobotan Tanah Kas Desa di Pamekasan Masih Nunggu Keputusan Perdata
"Kami tidak ingin ada perpecahan di Pamekasan. Mari kita satukan visi untuk Pamekasan yang lebih baik," pungkasnya.***