Prestasi ini dilanjut dengan memberikan tugas Mallaby untuk beroperasi di Asia Tenggara. Setelah bertugas di Afrika Utara, Mallaby ditempatkan di Asia Tenggara, bertempur melawan pasukan Jepang dalam upaya Sekutu merebut kembali wilayah yang diduduki.
Setelah Jepang menyerah pada tahun 1945, Mallaby ditugaskan sebagai Komandan Brigade Infanteri India ke-49 yang ditempatkan di Indonesia. Tugas utamanya adalah melucuti tentara Jepang dan mengembalikan administrasi sipil Belanda.
Pada 25 Oktober 1945, Brigade Infanteri India ke-49 yang dipimpin oleh Mallaby tiba di Surabaya dengan tujuan mengamankan kota dan menghindari bentrokan dengan pejuang kemerdekaan Indonesia.
Namun, situasi di Surabaya sangat tegang karena rakyat tidak menginginkan kembalinya kekuasaan Belanda. Tanggal 30 Oktober 1945 menjadi saksi insiden tragis yang kemudian dikenal sebagai "Insiden Jembatan Merah".