Setelah menamatkan pendidikan militernya, Halim memperoleh kesempatan emas untuk melanjutkan pelatihan di luar negeri, yakni di Belanda dan Inggris, di mana ia mempelajari teknik penerbangan dan menjadi seorang penerbang yang andal.
Halim memulai karir militernya dengan bergabung dalam Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force atau RAF) selama Perang Dunia II.
Di sana, ia bertugas sebagai navigator dan pengebom dalam berbagai misi penting melawan Nazi Jerman.
Pengalaman tersebut menjadikannya salah satu penerbang terbaik Indonesia yang terlatih dengan baik dalam situasi perang.