Dari pernikahan mereka, lahirlah dua buah hati yang diberi nama Kaffah dan Bara. Keluarga kecil ini adalah sumber kebahagiaan dan inspirasi bagi Tyas.
Dukungan suami dan anak-anaknya menjadi semangat tambahan bagi Tyas untuk terus berkarya. Selain menjadi guru yang inspiratif, Tyas juga dikenal sebagai pribadi yang bijaksana.
Salah satu kata bijak yang selalu dipegang teguh olehnya adalah, “Salah satu hal yang abadi adalah tulisan, maka menulislah maka kau akan bisa merubah dunia.”
Kata-kata ini bukan sekadar hiasan, tetapi menjadi prinsip hidup bagi Tyas. Ia percaya bahwa melalui tulisan, ia bisa membawa perubahan positif bagi banyak orang.