Beliau juga menegaskan bahwa status sebagai santri atau bukan bukanlah penentu utama dari seseorang. Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang menjalankan ajaran agama dan mempertahankan konsistensinya dalam kebaikan dan kebenaran.
Semoga kita semua diberkahi dengan cahaya ilmu oleh Allah SWT, yang membawa kita menuju pemahaman yang lebih mendalam dan terang benderang dalam kehidupan ini.
Kesimpulan dari kisah inspiratif ini adalah, dalam pandangan beliau, akhlak dan keistiqamahanlah yang sesungguhnya membedakan seseorang, bukan sekadar status sebagai santri atau bukan.***