PAMEKASAN, MaduraPost - Upaya memperingati 1.000 hari wafatnya KH. Muhammad Syamsul Arifin, Pengasuh Ponpes Darul Ulum Banyuanyar, kisah-kisah inspiratif dari beliau terus menjadi sumber motivasi bagi banyak orang.
Dalam sebuah kajian Tafsir Jalalain yang diadakan untuk mengenang beliau, pesan-pesan bijak dari KH. Muhammad Syamsul Arifin terungkap dalam cerita menarik tentang upaya mencari pemahaman yang utuh melalui sebuah analogi sederhana, namun bermakna mendalam.
Beliau memberikan sebuah analogi yang menggambarkan kehidupan tanpa ilmu sebagai ruangan gelap. Dalam kegelapan itu, sekelompok orang diminta untuk meraba seekor gajah untuk memahaminya.
Setiap orang meraba bagian yang berbeda, dan dari pengalaman mereka, mereka mencoba menggambarkan apa yang mereka raba. Ada yang menggambarkan gajah seperti cambuk karena mereka hanya meraba ekornya.
Sedangakan yang lain berpendapat bahwa gajah itu seperti daun talas karena meraba telinganya. Namun, ketika ruangan itu diberi cahaya, mereka baru menyadari kebenaran tentang gajah yang sebenarnya.