"Wah kalau dulu sebelumnya sejak SD takutnya minta ampun. Sekarang dia baru mau, Alhamdulillah minta doanya ya teman-teman," kata AKBP Dani.

Alasan AKBP Dani meminta doa keselamatan itu, karena beberapa hari ke depan, keluarganya baru akan mengkhitan atau menyunat putranya yang nomor dua. Sang buah hatinya tersebut, di usia 11 tahun baru lulus SD dan mau masuk SMP di Kota Surabaya.

"Dari awal anak saya tidak mau disunat. Ini baru mau masuk SMP, ia mau dan bersedia untuk disunat. Doanya ya teman-teman," pintanya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) Moh. Khairul Umam, meminta polisi untuk tidak pura-pura mengelus wartawan dengan hadirnya tokoh dan sosok Kapolres baru. Sebab bisa jadi hari ini suasananya baik-baik saja, namun esok harinya akan jadi petaka.

"Dari itu sebagai tanda atau bukti, jika Kapolres yang baru ini bisa diajak mitra dan kerja sama, tolong kami buatkan oret-oretan meski hanya dua baris, sebagai tanda jalinan sebuah komitmen," kata pria yang akrab disapa Irul.