Meski demikian, Ahmad Marul cs meminta toleransi agar uang ganti rugi Rp400 ribu tidak total sepenuhnya ditanggung. Sebagai evaluasinya, siapa pun karyawan SPBU yang bertugas, diminta tidak meninggalkan dan pindah posisi saat selang bensin aktif mengisi.

Akan tetapi, Manajer SPBU Theodurus cuci tangan dengan kejadian tersebut. Ia meminta kerusakan selang BBM SPBU bagaimanapun untuk diganti. Hal ini diberlakukan baik kepada karyawan yang bertugas atau konsumen yang jadi korban.

"Saya beri toleransi, uang ganti cukup Rp250 ribu. Silakan kalian rembuk dan bicara baik-baik dengan karyawan yang bertugas itu (Giman). Apakah mau patungan atau bagaimana, terserah," ketus Theodurus.

Giman pun ikut kebingungan. Terlebih pimpinannya justru ikut menimpali kejadian ini kepada bawahannya. Sementara konsumen ikut bingung sikap seorang pimpinan SPBU yang kurang memberikan sikap tegas.

Konsumen akhirnya memberi uang ganti rugi senilai Rp150 ribu. Namun pihak manajemen yang sudah memasrahkan kejadian ini kepada karyawan Giman, justru angkat tangan. Sebab uang tersebut dinilai masih belum layak cukup. Hingga akhirnya konsumen itu menambah uang Rp42 ribu, sebagai uang terakhir di kantong dompetnya.

Uang itu pun dengan total Rp192 ribu diambil, meski pihak SPBU memberi kesan kurang baik saat hendak berpamitan pulang, setelah sebelumnya dicegat saat hendak mau mencari ATM karena dikira ingin lari dari masalah tanpa tanggung jawab.***