"Kami juga melibatkan media dan wartawan untuk membantu menyebarkan informasi kepada masyarakat, sehingga pesan kami bisa diterima lebih cepat dan efektif," tambah Mahdi.
Pendekatan berbasis agama menjadi strategi unik KPU Pamekasan. Pada masa tenang, dua hari menjelang pemilu, ajakan memilih disampaikan melalui musala dan masjid di seluruh wilayah kabupaten.
Strategi ini dianggap efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hadir di tempat pemungutan suara.
Mahdi menambahkan bahwa edukasi tentang pentingnya memilih dan manfaat demokrasi menjadi salah satu fokus utama KPU.
"Kami ingin masyarakat memahami bahwa setiap suara memiliki peran besar dalam menentukan masa depan bangsa," jelasnya.
Sasaran utama sosialisasi mencakup generasi muda, terutama Gen Z, siswa SMK dan SMA berusia 17 tahun ke atas, serta organisasi kepemudaan.
Wartawan pemula juga dilibatkan dalam menyebarkan semangat demokrasi kepada masyarakat luas.
Capaian KPU Pamekasan ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendorong partisipasi masyarakat.
Tingkat partisipasi yang tinggi tidak hanya mencerminkan kesuksesan penyelenggaraan pemilu, tetapi juga menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya hak pilih mereka.