“Apapun yang terjadi, dunia pesantren harus tetap istiqamah. Santri tidak boleh mundur hanya karena citranya disudutkan,” ujarnya.

Sementara itu, KH. Makki Nasir, Ketua PCNU Kabupaten Bangkalan, mengingatkan para santri agar tidak mudah goyah menghadapi tantangan di era digital.

Ia mengibaratkan kondisi saat ini seperti kisah tongkat Nabi Musa yang berubah menjadi ular untuk melawan ilusi para penyihir Fir’aun.

“Kita sedang dihadapkan pada ilusi dan godaan media modern. Santri harus bisa memegang teguh nilai-nilai pesantren agar tidak terseret arus yang menyesatkan,” kata KH. Makki.