“Kami siap memperluas layanan jika masyarakat serta pemerintah desa berkolaborasi,” tambahnya.

Tokoh masyarakat, Aba Gunjak, menekankan pentingnya ketelitian dan profesionalitas dalam pendistribusian gizi.

“Mari kita jadikan program MBG ini sebagai gerakan bersama demi masa depan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Babur Rizki Darma Tanjung, Faisal Amir, mengungkapkan bahwa dapur tersebut melibatkan 50 tenaga, terdiri dari 47 pelayan lokal serta tiga tenaga profesional: akuntan, ahli gizi, dan kepala SPPG. Program ini menargetkan 2.000 penerima manfaat di empat desa: Darma Tanjung, Rabasan, Sejati, dan Madupat.