“Kalau seperti ini caranya, saya yang jelek di mata masyarakat dan wali murid,” katanya dengan nada kecewa saat ditemui di kantornya, Selasa (15/08/2023).

Bahkan menurut Totok sapaan akrabnya, dirinya mengungkapkan bahwa tidak pernah mengirim surat permohonan pengajuan relokasi sekolah yang ia pimpin.

"Saya tidak merasa mengirim surat permohonan relokasi tersebut. Kenapa tiba-tiba ada surat masuk ke dinas mengatasnamakan sekolah yang ditandatangani oleh saya, ternyata suratnya palsu tanda tangan, kop, dan register 100% palsu,” terangnya.

Sementara itu Penjabat (Pj) Desa Tamberu Barat Abdul Haris mengatakan, dirinya sengaja mengundang tokoh masyarakat serta wali murid guna mengadakan diskusi terkait rencana relokasi SDN Tamberu Barat I.