"Pemkab Sampang sering mengabaikan nasib para guru, bahkan mengebiri hak-hak mereka. Perlu diperhatikan, para guru rela meninggalkan profesi lainnya, menghibahkan waktunya mendidik anak bangsa untuk mengabdi kepada Negara. Akan tetapi, pengabdian ini bukan berarti mereka tidak berhak hidup sejahtera. Wajar saja, jika mereka sedikit minta perhatian kepada Negara," tegasnya.
Tidak hanya itu, kata Zainuddin, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, sebagai representasi Negara harusnya lebih peka dalam melihat persoalan guru, mengingat guru merupakan ujung tombak dalam mencerdaskan anak bangsa. Lanjut Zainuddin, apa arti Kepala Dinas, Kabid bahkan Kasi tanpa perjuangan guru yang bersinggungan langsung dengan peserta didik.
"Seharusnya instansi ini mampu menjadi jembatan penghubung antara tuntutan para guru honorer dan pemerintah. Bukan hanya duduk manis seperti orang dungu sembari menunggu instruksi dari penguasa,” cetusnya.
Selain itu Zainuddin menyinggung DPRD Kabupaten Sampang yang hanya diam melihat nasib para honorer di Kabupaten Sampang.