"Masyarakat yang mana? Kami justru khawatir, gerakan seperti itu bisa meruntuhkan mata pencaharian kami. Kalau rokok lokal ditutup, harga tembakau bisa anjlok dan kami kehilangan pekerjaan," lanjutnya.
Sementara itu, Zaini "Wer Wer", tokoh masyarakat sekaligus mantan aktivis GMNI, menegaskan pentingnya keberadaan industri rokok lokal sebagai penopang ekonomi masyarakat bawah.
"Kalau tidak bisa membantu, ya jangan ganggu. Pengusaha rokok lokal ini bukan koruptor. Mereka justru menciptakan lapangan kerja di tengah himpitan ekonomi," tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekonomi kerakyatan tanpa saling menjatuhkan satu sama lain.