PAMEKASAN, MaduraPost - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Kelompok 28, yang dibimbing oleh LPPM UTM, berhasil mengimplementasikan bot WhatsApp di Balai Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN 20 UTM di Desa Seddur, Prof. Dr. Bambang Haryadi, S.E., M.Si., Ak., menyatakan bahwa inovasi digital sangat diperlukan untuk membangun desa yang berkelanjutan.
Bot WhatsApp ini dirancang untuk memudahkan interaksi dan layanan digital bagi warga desa, mengurangi beban kerja staf balai desa dengan menangani pertanyaan umum secara otomatis, memungkinkan warga untuk menyampaikan keluhan dan saran dengan lebih mudah, serta memfasilitasi pendaftaran layanan atau pemesanan fasilitas desa secara online.
“Tidak bisa dipungkiri, kehadiran bot WhatsApp di balai desa sangat penting. Dengan adanya bot ini, kita bisa memberikan pelayanan 24 jam kepada warga, mempercepat penyebaran informasi, dan memudahkan proses administrasi desa. Hal ini tidak hanya mengurangi beban kerja staf, tetapi juga meningkatkan kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap balai desa. Bot WhatsApp adalah langkah maju menuju desa yang lebih modern dan responsif,” ujar Penanggung Jawab Proyek Bot WhatsApp, Okhi Sahrul. Rabu (24/07/24).
Bot WhatsApp ini dilengkapi dengan berbagai fitur yang dapat membantu warga desa, seperti pengaduan layanan publik dan informasi penting kepada warga, termasuk jadwal kegiatan, pengumuman, atau informasi darurat. Warga cukup mengirimkan pesan ke nomor bot WhatsApp yang telah disediakan untuk dapat mengakses informasi dan layanan yang dibutuhkan.