Menurut Rahem, Adanya dugaan konspirasi jahat antara CV Persada Utama sebagai penyedia jasa dengan oknum Lapas kelas IIA Pamekasan terkuak pada saat sidak anggota DPR RI ke Lapas kelas II A Pamekasan.

"Pada saat sidak anggota DPR RI ke Lapas kelas IIA Pamekasan, banyak kebohongan yang disampaikan oleh Kalapas untuk menutupi dugaan korupsi yang terjadi disana," Tegas Rahem.

Terutama yang menjadi sorotan kebohongan Kalapas kelas IIA Pamekasan terkait anggaran Rp 11.000 perhari, Karena menurut Rahem, anggaran makan Narapidana di setiap Lapas atau rutan di jawa timur kurang lebih Rp 18.000 per hari.

"Kalau anggaran makan narapidana hanya Rp 11.000 per hari, maka akan ada kelebihan anggaran sebesar kurang lebih Rp 3,7 Miliar dalam satu tahun, dan itu tidak mungkin Kemenkumham menganggarkan makan napi sampai bengkak hingga Rp 3,7 miliar," jelas Rahem.