SAMPANG, MaduraPost - Salah satu oknum ustaz di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, berinisial AH warga Desa Batoporo Barat, Kecamatan Kedungdung, membacok salah seorang aktivis LSM berinisial AE saat mengintrogasi keberadaan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Pasalnya, ada kabar berhembus di lapangan jika program RTLH tersebut diduga sarat penyimpangan. Sehingga aktivis LSM dari KPK Nusantara itu turun tangan untuk memastikan informasi tersebut.

Parahnya peristiwa ini tidak dilakukan sendirian, namun pelaku membacok bersama anaknya. Mereka menyerang korban dengan sebilah celurit di sebuah langgar rumah. Beruntungnya warga yang mengetahui peristiwa ini langsung melerainya.

"Saya bersama teman aktivis dari Formabes inisial (S) untuk melakukan investigasi lanjutan," ungkap AE didampingi rekan - rekan LSM.

Menurutnya, bahwa dugaan temuan program RTLH itu ada empat, yang pertama, kedua, dan ketiga semua sudah kami cek, selaku anggota dari lembaga kontrol sosial.