"Langit yang cenderung bersih awannya (clear sky) akan menyebabkan panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepas ke atmosfer luar. Sehingga kemudian membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari," papar Usman.

Menurutnya, fenomena ini merupakan hal yang biasa terjadi tiap tahun, bahkan hal ini pula yang nanti dapat menyebabkan beberapa tempat seperti dataran tinggi atau wilayah pegunungan lainnya berpotensi terjadi embun es (embun upas) yang dikira salju oleh sebagian orang.

"Artinya, saat malam hari di langit tidak ada awan yang menghalangi sehingga radiasi dingin langsung terlepas. Itulah yang menyebabkan adanya suhu dingin saat malam hingga pagi hari," pungkasnya.