"Realisasi proyek itu bukan menggunakan uang pribadi pihak Satker dan PT. TRIJAYA ADYMIX. Tapi dana atau uang negara yang anggarannya sangat fantastis, tapi hasilnya kritis alias amburadul. Lihat nanti," ujarnya.
Sementara itu, PPK 3.3 Provinsi Jatim Heru Wantoro kepada salah satu Awak Media mengatakan, dibongkarnya kembali beton pembatas jalan di Asem Manis itu lantaran adanya aksi demonstrasi P3K dan sidak kemaren.
"Yang dibongkar itu akan digali karena dari pada rame kan, tapi nanti digali gak sampai 10 cm. Kita sesuaikan dengan transisi antara nanti misalnya dari nol sampai 50 meter kita itung aja. Yang 0 x10 cm nanti yang dari anu agak landai kesini kayak segitiga itu," dalihnya.
Heru juga berdalih, bahwasanya secara regulasi Pemasangan Kanstin (beton pembatas jalan, red) itu meskipun tidak digali tidak melanggar regulasi.