Keluhan serupa juga disampaikan Imam Suhairi, dalam unggahan akun Facebooknya dirinya mengaku merasa kecewa akibat listrik padam. Ia menilai, pemadaman listrik bergilir tebang pilih. Dimana, pemadaman listrik di desa dan di perkotaan menurutnya tidak sama.

"Lebih banyak di pedesaan yang sering padam, kalau di desa itu padamnya lebih lama, berjam-jam," tulis dia di akun Facebooknya.

Uniknya, Imam Suhairi bahkan hafal jadwal padamnya listrik selama sepekan belakangan ini. Dalam akun Facebooknya ia mencatat, sudah 4 (empat) malam terakhir listrik di tempat tinggalnya terjadi pemadaman.

"Malam ke-1 : pukul 20.30 - 20.45 lalu 20.45-22.00, Malam kedua 19.00-01.30, malam ketiga 16.00-21.02, malam ke empat 16.00-21.00 WIB belum nyala" tulisnya merinci.

Sementara itu manajer unit layanan pelanggan perusahaan listrik negara (ULP PLN) Sumenep Regin Herico Ludi Sunu mengungkapkan, gangguan pasokan listrik di Kabupaten Sumenep akibat adanya gangguan penghantar 150 kV Ujung - Bangkalan. Gangguan tersebut menyebabkan kehilangan beban sebesar 73,35 MW dan mengakibatkan padam di beberapa wilayah Pulau Madura.