Pihaknya menyebutkan, bahwa fenomena La Nina disebabkan oleh anomali suhu. Dimana, suhu permukaan laut di samudera Pasifik bagian tengah dan timur lebih dingin dari rata-ratan. Sehingga, akan menyebabkan curah hujan yang sangat tinggi.
“Fenomena ini perlu diwaspadai di tahun ini karena berpotensi bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang, hujan deras dan sebagainya," terangnya, Kamis (11/11/2021) lalu.
Sebab itu, Usman mengajak masyarakat Sumenep termasuk operator kapal dan nelayan supaya selalu waspada untuk berhati-hati dengan cuaca ekstrem di lautan maupun di daratan.
"Kami imbau kepada masyarakat Sumenep agar berhati-hati di tengah cuaca ekstrem ini. Ketika hujan deras disertai angin kencang, jangan berteduh dibawah pepohonan," tandasnya.