Pihaknya berharap, para orang tua siswa agar bisa memaklumi kejadian tersebut. Sebabkata dia, pemukulan itu terjadi bukan karena unsur kesengajaan atau dendam.
"Ini spontanitas tindakan guru dalam mendidik siswa, karena guru datang ke sekolah 120 (semangatnya) sedangkan siswanya 60, sehingga semangat guru yang menggebu-gebu agar anak dapat memahami pelajaran dilemahkan oleh semangat anak yang tidak sampai 100," ungkapnya.
Dirinya juga sudah berkoordinasi dengan kadisdik selaku pelindung PGRI. Selain itu, pihaknya koordinasi dengan Sekdakab, DKGI serta tokoh masyarakat setempat sebagai upaya menyelesaikan masalah ini.
"Guru sudah punya iktikad baik untuk segera meminta maaf atas tindakannya, kesalahannya kepada wali siswa. Kami harap ini bisa diselesaikan secara damai dan kekeluargaan," tandasnya.