"Namun, sesudah sholat dzuhur HS kembali ke rumah kami sembari ngamuk-ngamuk," ungkapnya.
Parahnya, kata Zaitun, HS memukul dan menjambak ibunya. Melihat ibunya dipukul, dirinya dan adik (Maysaroh) langsung melerainya. Tapi apesnya ucap dia, dirinya dan adiknya jadi sasaran tindak kekerasan HS.
Baca Juga:Kukuhkan 107 Kepala Sekolah, Bupati : Pendidikan Di Pamekasan Harus Jelas Dan Terus Berkemajuan
"Waktu itu saya berusaha melerai ibu yang bertengkar. Tetapi saya dan adik saya juga dipukul," ucapnya.
Atas insiden itu, lanjut Zaitun, pihaknya mengalami leban di bagian dahi dan mata kanan serta kedua kelopak matanya hingga menghitam. Sedangkan ibunya mengalami luka gores dikedua lutut dan tangan bagian kanan.