Ditegaskannya, bahwasanya boleh melakukan pembacaan Burdah asal dilakukan secara personal di rumah masing-masing atau dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.
"Karena saya sendiri setiap malam Jumat rutin membaca Burdah, tapi di masa pandemi ini saya hanya lakukan di rumah saja. Tidak mengundang kerumunan," katanya.
Jadi menurutnya, dari postingan itu dirinya berharap agar semua elemen masyarakat tidak melakukan kerumunan sebagaimana anjuran Pemerintah dan medis. Sebab hal itu tambah dia, akan membuat kluster penyebaran wabah yang lebih besar.
"Dan, saya juga berharap agar para tokoh agama (termasuk kiai) ikut andil dalam memberikan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan kerumunan, sebab dengan cara itu, maka kita telah berikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 ini," ujarnya.