“Pelaku narkoba berpotensi menggunakan transportasi laut sebagai jalur membawa narkoba ke Kabupaten Sumenep. Sebab, sulit terpantau dari pengawasan, baik petugas maupun masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya berharap, seluruh pihak terkait bisa memberikan perhatian lebih terhadap penanganan narkoba di wilayah Sumenep, supaya tidak ada ruang sebagai pintu masuk bagi pelaku narkoba untuk mengedarkannya kepada masyarakat.

“Kami (Pemkab Sumenep, red) menghendaki pemberantasan narkoba perlu dilakukan hingga ke akarnya agar generasi muda di Madura khususnya Sumenep tidak terjerumus ke dunia hitam yang merusak moral dan masa depannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua BASSRA, KH. Muhammad Rofi’i Baidhawi sangat bersyukur, karena empat pimpinan kepala daerah di Madura bisa duduk satu meja menyatukan persepsi untuk kemajuan Madura.