Karena tidak ada kendaraan yang melintas dan aktivitas jalan sangat sepi, Masraji lantas berpaling ke spion kiri motor. Di sinilah ia melihat penampakan pocong.

Pasalnya, Masraji was-was dengan penampakan pertama. Artinya tidak menyadari jika itu pocong. Namun setelah diulang melihat dan motor berada di posisi yang bersebelahan dengan kuburan, namun nyatanya pocong itu masih belum hilang dari kaca spion.

"Saya teriak sekencang-kencangnya, dengan menarik gas motor. Hingga saya tiba di rumah," ujarnya.

Di rumahnya, Masraji tak bisa bergerak bebas, badannya terasa berat, dan pandangannya kabur. Bahkan ia mengalami muntah-muntah.