"Sudah cukup lama kami dan masyarakat serta para pengguna jalan lainnya merasa menderita, karena kalau kita mengingat janji-janji politiknya Bupati Baddrut Tamam pada saat kampanye dulu, akan memprioritaskan infrastruktur jalan. Nah, kalau seperti ini berarti Bupati Baddrut Tamam telah ingkar janji alias corpot," kesalnya.

Salah seorang pengguna jalan di jalan poros tersebut, Muhammad juga mengaku dan mengeluhkan kondisi jalan yang saat seperti kolam lumpur itu.

"Jalan ini sudah sangat memprihatikan mas, dan jujur sangat membuat saya secara pribadi jengkel, karena melalui akses jalan ini setiap hari saya mencari rejeki untuk menumpang ekonomi keluarga. Nah kalau seperti ini, Pemerintah itu bukan memikirkan kesejahteraan masyarakat, tapi mensejahterakan perutnya sendiri," papar Mohammad.

Akan tetapi terlepas semua itu, ucap Mohammad, dirinya dan tentunya masyarakat yang lain berharap agar jalan poros tersebut segera diperbaiki.