Sebab takut atas dugaan pengancaman tersebut, tidak berfikir panjang, KAS langsung menghubungi saudara iparnya inisial M untuk meminjam sejumlah uang sesuai dengan permintaan oknum polisi itu.

Tak berselang lama, saudara ipar KAS tiba di Mapolsek Bluto, dan membawa sejumlah uang. KAS yang panik pada saat itu, langsung mengambil sekantong uang yang dibawa saudara iparnya tersebut.

Belum sempat memberikan uang kepada oknum polisi itu, KAS dihadang seorang pria. Dia adalah inisial SD, yang tak lain adalah kerabat KAS sendiri. Dalam pertemuannya, SD berniat membantu KAS dari masalah yang menimpanya, alias akan melakukan negosiasi pada pihak Polsek Bluto.

"Jadi uang Rp 15 juta itu saya pasrahkan pada SD. Saat itu SD langsung masuk ke ruangan Kapolsek Bluto. Selang beberapa menit, SD dan dua oknum polisi itu keluar dari ruangan Kapolsek dan pamit pulang. Namun, dua oknum polisi tersebut tetap melanjutkan pemeriksaan pada saya hingga pukul 21.00 WIB," cerita KAS dalam laporannya.

Hingga larut malam, KAS baru diperbolehkan pulang oleh kedua oknum polisi tersebut. Diduga oknum polisi itu mengancam KAS untuk tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapapun.